Engineer melakukan pengujian struktur di lapangan
← Kembali ke Blog
Audit StrukturTeknisSNI

Pengujian Struktur Non-Destruktif: Hammer Test, Core Drill, dan Scan Rebar

Penjelasan teknis tiga metode pengujian struktur untuk audit SLF: cara kerja, akurasi, kapan harus digunakan, dan apa yang dilihat hasilnya.

Tim Solusi SLF ·

Salah satu komponen paling penting dalam audit SLF adalah verifikasi kondisi struktur eksisting. Karena pengujian destruktif jelas tidak masuk akal pada bangunan operasional, kami menggunakan tiga metode pengujian non-destruktif standar.

1. Hammer Test (Schmidt Hammer)

Alat: rebound hammer. Tujuan: estimasi kuat tekan beton di permukaan.

Cara kerja: hammer memantul dari permukaan beton, nilai rebound dikorelasikan ke kuat tekan estimasi. Cepat, murah, cocok untuk skala luas.

Limitasi: hanya membaca lapisan permukaan (~30 mm). Hasil harus dikalibrasi dengan core drill untuk akurasi penuh.

2. Core Drill

Alat: core drilling rig. Tujuan: pengujian kuat tekan aktual pada sampel beton.

Cara kerja: mengambil sampel silinder beton, lalu diuji di laboratorium dengan compressive testing machine sesuai SNI 2492:2018.

Keunggulan: hasil paling akurat. Limitasi: meninggalkan lubang yang harus di-grouting kembali.

3. Scan Rebar (Ferroscan / GPR)

Alat: Ferroscan atau Ground-Penetrating Radar. Tujuan: memetakan posisi, diameter, dan cover tulangan baja.

Cara kerja: alat memancarkan gelombang elektromagnetik dan membaca pantulan dari rebar. Output berupa peta 2D/3D posisi tulangan.

Pemakaian: verifikasi kesesuaian dengan gambar shop drawing, deteksi area dengan cover tipis yang berisiko korosi.

Kapan Setiap Metode Digunakan

  • Tahap awal: hammer test untuk pemetaan cepat
  • Verifikasi: core drill di titik representatif
  • Detail tulangan: ferroscan/GPR pada elemen struktur kritis

Standar Acuan

Semua pengujian mengacu pada SNI yang berlaku dan dilakukan oleh tenaga ahli bersertifikat. Hasil dirangkum dalam laporan teknis yang menjadi dasar rekomendasi sidang TABG.